semua punya kadarnya


 — Ternyata sangat menyakitkan ya, menggenggam perasaan yang di luar kendali kita. Berusaha untuk menganalisis semua perasaan untuk tetap bertahan dengan perasaan yang sama tanpa ada rasa untuk bertambah, menanam semua perasaan dengan pupuk pupuk sabar agar suatu hari perasaan ini akan berbuah hal indah dan bukan hal yang menyakitkan.

— Tetapi semua salah, caraku menanam perasaan ini salah. Aku terlalu sering menyiram ekspektasi ku terlalu banyak, daun yang mulai tumbuh satu persatu mulai layu, bahkan ada yang mulai kering dan sudah banyak yang berjatuhan. Semua ku sesali dan ku ratapi setiap hal ini sambil menyalahkan diriku, karena ini semua salah ku sudah terlalu yakin menaruh pupuk di tanaman perasaan ku dengan pupuk yang padahal pupuk itu bukan untuk tanaman perasaan ku, padahal aku tau, padahal semua sudah terbaca jelas, dan sudah terpampang dengan detail bahwa pupuk yang ku pakai tidak cocok untuk semacam tanaman perasaan ku. Aku masih berusaha untuk mencari tanaman perasaan lain yang cocok dengan pupuk itu, aku selalu mengatakan pupuk itu bagus yang kurang bagus ya, tanamannya. Dan bodohnya aku mencari tanaman perasaan yang lain untuk bisa dengan pupuk itu. Sampai pada akhirnya aku selalu gagal mencari tanaman perasaan itu, sudah berkali kali bahkan bermacam tanaman perasaan ku coba tidak ada yang cocok. Dan pada akhir aku mengalah sendiri, menurunkan ego untuk tidak lagi mencari tanaman perasaan yang baru lagi, aku mulai berdamai dengan tanaman perasaan ku yang dulu, menghilangkan pupuk pupuk itu, untuk mencari pupuk yang lain. Tidak lagi memaksa untuk selalu pupuk itu lagi. Semua ku mulai dari awal, dari mulai mencari tanah yang pantas untuk tanaman perasaan ku, dan mencari pot tanaman perasaan yang layak untuk tanaman perasaan ku. Semuanya punya porsinya masing-masing, tidak perlu ada yang di paksa untuk menjadi hal baik, semua hanya perlu di ubah caranya untuk menjadi baik dan jangan pernah memaksa yang bukan porsinya.


Alpinady 

31/10/24

Komentar

Postingan Populer